Home / Berita Umum / Dua Aktor Kenyataan Tersingkap

Dua Aktor Kenyataan Tersingkap

Dua Aktor Kenyataan Tersingkap – Mahasiswa UGM, Dwi Ramadhani Herlangga (26) tewas karena dibacok pada Kamis (7/6). Dua orang aktor serta sebagian kenyataan saat ini tersingkap.

Ramadhani dibacok waktu dalam perjalanan pulang selesai membagi-bagikan sahur pada warga tidak dapat di Kota Yogyakarta. Dengan enam orang rekannya, korban berboncengan sepeda motor.

Saat mereka ada di Simpang Empat Mirota Universitas, Jalan C Simanjuntak, keluar dua orang aktor yang berteriak kalimat kasar.

Karna ketakutan, rombongan korban percepat laju kendaraan. Namun nyatanya korban terserang sabetan senjata tajam di punggungnya.

Pembacokan berlangsung pada jam 02. 30 WIB. Korban yang terserang bacok di pungguh samping kiri lalu dilarikan ke RSUP Dr Sardjito.

Pernah memperoleh perawatan, Ramadhani wafat dunia pada jam 06. 45 WIB karna luka bacok yang dirasakannya begitu dalam sampai tentang paru-paru.

Polisi pada akhirnya membekuk dua orang aktor pada Sabtu (9/6) pagi. Dua aktor berinisial AYT (19) serta MW (16). Keduanya baru lulus SMA serta SMP.

Dari tangan keduanya, polisi mengamankan bendo yang digunakan untuk membacok Ramadhani serta satu motor matic.

Pada polisi keduanya mengakui tega membacok korban karna menduga korban yaitu orang yang sempat melukainya. Namun nyatanya mereka salah tujuan.

” Saat (rombongan) korban itu lewat, dia menganggap ‘jangan-jangan itu aktor dahulu yang sempat melukai saya’, maka dari itu segera menguber. Jadi dia (tersangka) itu salah tujuan, ” tutur Kapolresta Yogyakarta,

” Jadi korban itu dikejar dari belakang, dipepet tanpa ada ajukan pertanyaan terlebih dulu segera dibacok dari belakang, ” katanya.

” Untuk ancamannya (tersangka) maksimum 15 th. penjara, ” kata Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini dalam jumpa pers di kantornya, Senin (11/6/2018).

AYT dipakai pasal 351 ayat 3 KUHP mengenai penganiayaan yang menyebabkan korban wafat dunia. Sesaat MW dipakai pasal 351 ayat 3 jo pasal 56 KUHP karna dapat dibuktikan menolong lakukan penganiayaan.

” Tentang (MW) yang masih tetap anak-anak sendiri tetaplah pasalnya itu (pasal 351 ayat 3 jo pasal 56 KUHP) pidananya. Tapi perlakuan pada penyidikan, penuntutan serta lalu kelak di persidangan dia juga akan ikuti UU peradilan anak, ” tuturnya.

Polisi sudah mengadakan prarekonstruksi pagi awal hari barusan, Selasa (12/6/2018).

” Maksudnya adalah untuk merekonstruksi awal momen bagaimana terjadinya, peluang kita dapat peroleh saksi penambahan atau alat bukti penambahan, ” kata Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo pada wartawan selesai jalannya prarekonstruksi.

About admin